Dear Akhwat Strategis
7 April 2015 at 18:47
bismillah. . . .
biasanya saya tidak terlalu suka membuat tulisan yang berbau roman atau berbau galau. tapi untuk kali ini saya ingin mencoba sedikit menerima tantangan untuk going to the next level. Untuk menjadi seorang calon pemimpin yang bisa melakukan semuanya, termasuk menulis tulisan berbau roman.karena sejatinya yang membedakan leaders dan followers adalah pemimpin adalah seorang generalist, sedangkan followes adalah mereka yang specialist []
k untuk di dramatisir
NB : ini hanyalah sebuah tulisan, tidak untuk di dramatisir
Dear Akhwat Strategis . . .
Hi Ukh, bagaimana kabarnya ? Sekarang sudah menjadi aktivis apa ? siyasi (BEM) kah? da'awi (LDK) kah ? ilmy ( Himpunan ) kah ? atau semuanya ?
Ah pasti seorang akhwat strategis terhimpun dalam semuanya
Bagaimana kabar ruhiyahnya, sudah berapa juzz kah yang dihapal? shalat dhuha nya terjaga kah ? puasa sunnat nya terjaga kah ? rajin meng-infaq an sedikit harta-hartanya setiap hari kah ?
Ah pasti seorang akhwat strategis tidak akan lupa untuk memperbanyak amalan yaumiyah-nya
bagaimana prestasinya ? gagasan - gagasan besarnya sudah di muat di media-media kah ? sudah tergabung dalam kompetisi-kompetisi kebaikan kah ?
Ah jangan ditanya, seorang akhwat strategis pasti tidak akan melupakan semua aspek prestatifnya.
Alhamdulillah kalau begitu, aku sangat lega mendengarnya, artinya engkau masih berada dalam circle-circle kebaikan untuk menjadi pribadi yang terus strategis. Maaf karena aku baru bisa menanyai kabarmu hari ini. Rasa-rasanya setelah 21 taun, sepertinya ini adalah pertama kalinya aku menyapamu wahai akhwat strategis. Ya mungkin karena aku terlalu egois untuk mempersiapkan diri menjadi seorang yang strategis. Tapi beginilah caraku. Pun sama denganmu, aku harap engkau pun bersikap egois untuk menyiapkan diri untuk menjadi seorang yang strategis. Aku tidak peduli seberapa egois dirimu, karena aku tau apa maksud dari ke-egoisanmu.
Ukh, taukah engkau ? ketika dua orang strategis bertemu, maka akan terbentuklah kolaborasi kreatif bernama keluarga strategis. bukankah dengan orang yang tepat, mimpimu akan menjadi hebat ?
maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan !
Dear Akhwat Strategis . . .
Ukh, aku ingin sekali mengatakan bahwa aku tidak ingin dipertemukan denganmu, dan bahkan aku tidak ingin mengenalmu untuk sekarang. Aku yakin ada saatnya kita pasti bertemu, ya itu adalah sebuah keniscayaan. aku berharap kita bertemu dalam circle-circle kebaikan, dimana orang-orang baik saling bersinergi. ya, suatu saat . . .
Untukmu, jangan lupa untuk mempersiapkan diri dalam produktifitas, taukah engkau ? sekarang bukan waktunya lagi kita mempersiapkan diri dalam diam, tapi sekarang waktunya mempersiapkan diri dalam produktifitas.
Ukh, Hari ini aku hanya bisa membayangkan . . .
Ya, detik ini aku hanya bisa membayangkan sosokmu yang sedang memakai kerudung merah muda dengan sebuah earphone putih bersenandung surat Ar-Rahman berada disampingku , menyapaku, menemaniku mengerjakan amanah-amanah yang membuat aku terkesan egois dan tidak punya waktu untuk bertemu denganmu. Ah maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan !
Dear Akhwat Strategis . . .
Ukh, hari ini aku banyak sekali mendengar kabarmu, aku dengar engkau menjadi aktivis wanita paling progresif di kampusmu ?
aku dengar engkau adalah wanita pertama yang turun ketika ada sesuatu yang salah dengan negeri ini ?
engkau tidak takut kulitmu terbakar matahari ?
engkau tidak takut orang - orang di sekeliling mu membicarakanmu ?
Ah, jangan engkau pedulikan mereka, biarlah orang-orang menghabiskan waktunya untuk membicarakanmu.
Disini, aku senang ketika engkau terus memperjuangkan kebaikan-kebaikan orang-orang di sekitarmu. Memperjuangkan orang-orang yang bahkan engkau pun tak kenal. Subhanallah . . .
Bukankah sebaik-baiknya orang itu adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain !
Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan !
Dear Akhwat Strategis . . .
Ukh, apakah engkau tau tentang isu-isu negeri ini beberapa puluh taun ke depan. kalau engkau tidak tau, izinkan aku memberitaumu, kita akan menghadapi AEC di 2015, bonus demografi di 2030, dan Indonesia Emas di 2045. Ukh, artinya kita harus menyiapkan diri-diri kita dari sekarang. Aku tau engkau sedang mempersiapkan itu, maka izinkan aku untuk tidak mengenalmu sampai waktu itu tiba, izinkan aku untuk tidak berkomunikasi denganmu sampai waktu itu tiba, izinkan aku untuk tidak bertemu denganmu sampai waktu itu tiba, dan izinkan aku mempersiapkan diri untuk itu sampai waktu itu tiba. Dan ketika waktu itu tiba, izinkan aku untuk mendatangi orang tuamu dengan rencana hidup keluarga strategis yang aku rancang sekarang. Bukankah itu lebih romantis kebanding aku mengenalmu sekarang dan mengatakan hal-hal yang belum seharusnya aku katakan
maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan !
Dear Akhwat Strategis . . .
sekian tulisan ini aku sampaikan, semoga tulisan ini bisa sampai kepada engkau yang ada disana. maaf aku tidak bisa menyampaikannya secara langsung, aku belum tau siapa kah dirimu ? dari manakah dirimu ? dan kapan kita akan bertemu ?
maka izinkah aku menjadi egois untuk mempersiapkan diri dalam produktifitas.
" Ya allah sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan Mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (di jalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu. Maka kuatlakanlah ikatan pertaliannya . . "
Rumah Kepemimpinan PPSDMS, 7 April 2015
Ryan Frizky
Forum Indonesia Muda 16 | PPSDMS VII.5
