Industri Pangan Syari’ah Berbasis Sains akan Menjadikan Indonesia Siap Menghadapi MEA
Industrialisasi pangan merupakan bagian dari pembangunan ekonomi nasional yang menyangkut aspek ketersediaan pangan, keamanan pangan, stabilisasi harga pangan dan peningkatan mutu pangan, mulai dari kegiatan produksi, pengolahan, distribusi dan pemasaran sampai kepada konsumsi di tingkat rumah tangga. Industri pangan sebagai industri yang memiliki daya saing kuat, baik di pasaran dalam maupun luar negeri erat kaitannya dengan penguasaan sains teknologi dan penganekaragaman produk, tetapi dalam perkembangannya menemui masalah dalam hal jaminan bahan baku (jumlah dan kontinuitas, mutu dan lokasi), pemasaran tenaga profesional dan wirausahawan, sarana dan prasarana, pengembangan teknologi, pemerataan pertumbuhan, sumber dana dan litbang terapan.
Pengembangan industri pangan perlu didukung oleh instrumen kebijakan fiskal dan administratif, disamping menyadari tantangan dan permasalahan yang muncul seperti Good Manufacturing Process (GMP), Hazzard Analysis Critical Control Point (HACCP), penggunaan bahan kimia, masalah halal dan haram, pelabelan gizi, kontaminasi mikroorganisme dan keracunan, serta kondisi ekonomi dunia, pengembangan SDM bermutu melalui jalur pendidikan formal, pelatihan dan pengembangan di tempat kerja, penggunaan peralatan tradisional maupun modern dalam menghasilkan produk, dan penguasaan informasi yang bersifat umum maupun khusus.
Industri Pangan secara Syari’ah
Pangan syari’ah yang berlandaskan Al Qur’an akan membawa industri pangan di Indonesia menjadi lebih baik. Al Qur’an mengatur segala hal di dunia ini termasuk dalam hal pangan. “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi thayyib (baik) dari apa yang terdapat dibumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (Q.S Al-Baqoroh: 168).
Halal menjadi bagian terpenting dari industri pangan, karena ia merupakan komponen inti menyangkut bahan baku, proses produksi, hingga proses pengadaan dan packaging sebuah produk. Ia menjadi potensi, peluang sekaligus tantangan bagi kalangan pebisnis untuk meningkatkan kualitas produknya dengan berbasis pada kehalalan sebuah produk yang merujuk pada firman Allah Subhanahu WaTa’ala:
“dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kapadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”
(Q.S Al-Maidah: 88).
Saat ini pasar halal bukan hanya untuk kalangan muslim, namun juga nonmuslim. Halal selain menjadi alat untuk memasuki pasar yang lebih luas, juga gerbang untuk memasuki pasar dan komunitas global, ia sudah menjadi simbol untuk jaminan dan pilihan gaya hidup. Sehingga jika pemanfaatannya kurang maksimal, maka Indonesia akan tertinggal jauh, dan hanya menjadi konsumen.
Industri Pangan Berbasis Sains
Sebenarnya Indonesia sangat berpotensi dalam ketahanan pangan dan penyediaan bahan bila dilihat dari sisi geografisnya. Adanya garis khatulistiwa yang melintang pada beberapa pulau Indonesia menjadikan negara ini memiliki lahan yang subur. Oleh karena itu, Indonesia memiliki banyak jenis flora dan fauna yang menetap di dalamnya. Semakin banyak populasi mereka di Indonesia, maka semakin banyak pula pangan yang bisa didapatkan. Kemandirian pangan pun akan terjadi apabila SDM-nya mampu mengolah SDA secara baik dan benar.
Indonesia Siap Menghadapi MEA
Salah satu tanda terciptanya kemandirian pangan adalah tertanamnya rasa cinta produk dalam negeri. Apabila kemandirian pangan sudah tercipta, maka Indonesia sudah siap menghadapi MEA. Selain itu, perlu adanya bantuan dari pemerintah dengan cara meminimalisir pasokan produk impor serta memperketat masuknya produk asing. Pemerintah juga diharapkan mampu membangun lembaga Ltd. disektor negara-negara MEA untuk bagian khusus penyortiran barang impor ke Indonesia serta dapat menerapkan kebijakan-kebijakan baru terkait konsumsi produk halal di Indonesia dan mengadakan sosialisasi menyeluruh dengan kerjasama lembaga terkait ke sektor industri di seluruh Indonesia.
Daftar Pustaka
https://mushma.wordpress.com/2008/08/03/ipengetahuan-industrialisasi-pangan/
https://mushma.wordpress.com/2008/08/03/industri-pangan/
Bogor, 23 November 2014