Thursday, 9 February 2017

Essay Duta Anti Narkoba

“NARKOBA, KAMI DATANG UNTUK MEMBASMIMU !”

Oleh : Muhammad Fakry Alrasyid
NIM : G74140026

Berbicara tentang narkoba, berarti berbicara tentang pemuda. Karena sebagian kecil dari pengguna dan pengedar narkoba adalah kaum muda.

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat atau bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya.

Kurang lebih 2000 tahun sebelum masehi di Samaria dikenal sari bunga opiun atau kemudian dikenal opium. Bunga ini tumbuh subur di daerah dataran tinggi di atas ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Penyebaran selanjutnya adalah kearah India, China dan wilayah-wilayah Asia lainnya. China kemudian menjadi tempat yang sangat subur dalam penyebaran candu ini. Memasuki abad ke XVII masalah candu ini bagi China telah menjadi masalah nasional. Bahkan di abad ke XIX terjadi perang candu dimana akhirnya China ditaklukan Inggris dengan harus merelakan Hong Kong.

Tahun 1806 seorang dokter dari Westphalia bernama Friedrich Wilhelim Sertuner menemukan modifikasi candu yang dicampur amoniak yang kemudian dikenal sebagai morphin. Tahun 1856 waktu pecah perang saudara di Amerika Serikat. Morphin ini sangat popular dipergunakan untuk penghilang rasa sakit luka-luka perang, sebagian tahanan-tahanan tersebut “ketagihan” disebut sebagai “penyakit tentara”. Tahun 1874 seorang ahli kimia bernama Alder Wright dari London, merebus cairan morphin dengan asam anhidrat. Campuran ini membawa efek ketika diuji coba kepada anjing yaitu anjing tersebut tiarap, ketakutan, mengantuk dan muntah-muntah. Namun tahun 1898 pabrik obat “Bayer” memproduksi obat tersebut dengan nama heroin, sebagai penghilang sakit. Tahun 60-an sampai 70-an pusat penyebaran candu dunia berada pada daerah “Golden Triangle” yaitu Myanmar, Thailand dan Laos. Dengan memproduksi memproduksi 700.000 ton setiap tahun. Juga daerah “Golden Crescent” yaitu Pakistan, Iran dan Afganistan. Dari Golden Crescent menuju Afrika dan Amerika. Selain morphin dan heroin adalagi jenis lain yaitu kokain berasal dari tumbuhan coca yang tumbuh di Peru dan Bolivia. Biasanya digunakan untuk penyembuhan Asma dan TBC. Diakhir tahun 70-an ketika tingkat tekanan hidup manusia semakin meningkat serta teknologi mendukung maka diberilah campuran-campuran khusus agar candu tersebut dapat juga dalam bentuk obat-obatan dan pil.

Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba.

Menurut kesepakatan Convention on the Rights of the Child (CRC) yang juga disepakati Indonesia pada tahun 1989, setiap anak berhak mendapatkan informasi kesehatan reproduksi (termasuk HIV atau AIDS dan narkoba) dan dilindungi secara fisik maupun mental. Serta tercantum juga dalam UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 dalam pasal 20 sudah menyatakan bahwa Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga dan orangtua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak.

Jumlah pengguna narkotika di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Bahkan, tahun 2012, Badan Narkotika Nasional (BNN) merilis jumlah pengguna narkotika di Indonesia mencapai 4,5 juta jiwa atau sekitar 2 persen dari total penduduk Indonesia dan hanya 0,047 persennya saja yang menjalani proses rehabilitasi. Dari 4,5 juta jiwa pengguna narkotika, 70 persennya adalah pekerja dan 22 persen pelajar. Meski lebih sedikit, pengguna narkotika di kalangan pelajar dan mahasiswa sangat dikhawatirkan oleh BNN. Untuk tempat rehabilitasi, Kementrian Sosial telah menunjuk 132 puskesmas, 45 rumah sakit dan 40 pusat rehabilitasi sebagai tempat rehabilitasi. BNN sendiri memiliki 133 tempat pusat rehabilitasi yang berada di Badan Narkotika Provinsi (BNP) dan di BNN sendiri.

Walaupun persentase pengguna narkotika di kalangan pelajar terutama mahasiswa lebih sedikit dibanding pekerja, tetapi itulah yang sangat mempengaruhi kemajuan suatu bangsa. Karena apabila mahasiswanya sudah ternoda oleh narkoba, berarti ia tidak bisa memimpin dirinya sendiri. Memimpin diri sendiri saja tidak bisa, apalagi memimpin negara ini di kemudian hari.

Ada banyak penyebab mereka para mahasiswa bisa sampai terjerumus ke dunia narkoba. Pertama, lemahnya keimanan dan ketaqwaan, sehingga mereka tidak punya prinsip dan mudah dipengaruhi oleh orang lain. Kedua, kurangnya perhatian dari orangtua untuk mengontrol kegiatan anaknya sehari-hari. Sehingga mereka mencari perhatian keluar, dan yang seperti itulah menjadi mangsa si pengedar narkoba. Ketiga, lingkungan tempat ia tinggal dan tempat ia menuntut ilmu mendukung menuju kedunia narkoba. Karena disanalah mereka bergaul, bersosialisasi, belajar, dan banyak menghabiskan waktu. Otomatis mereka akan ikut menuju ke dunia narkoba. Dan masih banyak penyebab-penyebab lainnya.

Oleh karena itu, agar tidak terjerumus ke dunia narkoba, kita harus membasminya. Berawal dari peningkatan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Karena, hanya kepada-Nya lah kita menyembah dan memohon pertolongan. Selanjutnya, sering-seringlah berdiskusi atau meminta pendapat kepada orantua atau guru. Agar kita tidak ceroboh dalam mengambil tindakan. Kemudian pintar-pintar lah dalam bergaul dan memilih teman. Bergaul-lah dengan orang-orang yang positif, maka akan tertular pula energi positifnya. Begitupun sebaliknya, bila bergaul dengan orang-orang yang negatif, maka pasti kita akan tertular menjadi negatif pula. Isilah kegiatan sehari-hari dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Apabila kita melakukan hal-hal di atas Insya Allah kita tidak akan terjerumus ke dalam dunia narkoba. Hidup ini adalah pilihan. Kita yang melakukan, Allah SWT yang menentukan, orang lain yang mengomentari. Demi bangsa Indonesia lebih sejahtera, mari kita basmi narkoba.

0 comments:

Post a Comment

MUHAMMAD FAKHRI ALRASYID © 2008 Template by:
SkinCorner